Sukses Terbesar Dalam Hidupku

Sejatinya indikator kesuksesan setiap manusia berbeda-beda, secara sederhana, kesuksesan tidak harus sebuah prestasi gemilang dengan piala emas atau materi yang berlimpah. Sukses bisa berarti suatu perubahan ke arah lebih baik, meskipun itu hanya hal kecil, seperti sukses bangun pagi bagi mereka yang terbiasa bangun siang, atau sukses berbicara di depan publik dengan lancar bagi mereka yang pemalu. Hal tersebut sama seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya : “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka beruntunglah dia. Barang siapa yang hari lebih sama dengan hari kemarin maka merugilah dia. Barang siapa yang yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin maka celakah dia” (HR Bukhari). Maka dari itu, kesuksesan adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan, bukan hanya sebuah hasil. Sukses boleh saja dilihat dari hasil yang di dapat, namun jangan sampai menafikan suatu proses dalam mencapai keberhasilan.

Saya adalah anak pertama dari 3 laki-laki bersaudara, orang tua saya berprofesi sebagai guru. Kesuksesan yang diharapkan orang tua saya bagi anak-anaknya sungguh sangat sederhana, memiliki keluarga kecil bahagia, bisa berbagi dengan saudara dan mengamalkan agama dengan sempurna. Keluarga kami terbiasa hidup dalam kesederhanaan dan tinggal di lingkungan pedesaan. Semenjak kecil saya selalu termotivasi untuk mencari pengalaman baru dan belajar hal baru, ketertarikan saya terhadap hal baru dan kemampuan saya untuk beradaptasi dengan cepat membuat orang tua saya mempertimbangkan untuk menyekolahkan saya jauh dari rumah. Ketika itu, Pondok Modern Gontor adalah pilihan orang tua saya untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat dari sekolah dasar. Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tua, ingin sekali menunjukkan kepada orang tua bahwa saya bisa menyelesaikan pendidikan di pondok dan hal tersebut alhamdulillah dikabulkan Allah, pada tahun 2005 saya lulus dari Pondok Modern Gontor. Saat itulah saya bisa merasakan pertamakali membuat orang tua bangga dengan kehadiran saya.

Setelah lulus dari pondok, perjalanan saya menjadi terasa lebih berat setelah ingin melanjutkan pendidikan dengan kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak baik. Berbekal keyakinan dan dengan pinjaman uang dari seorang sahabat, saya memberanikan diri berangkat ke Jakarta dan mendaftar di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.  Manusia memang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sahabat saya diberikan Allah rejeki yang lebih dari yang lain, dan dunia ini bukanlah tempat orang untuk berlomba meraih suksesnya sendiri, melainkan meraih sukses dan menularkannya kepada orang lain dengan tujuan berbagi antar sesama, itulah konsep kesuksesan yang sebenarnya. Hal tersebut ditunjukkan oleh sahabat saya dengan cara membantu saya dalam meneruskan pendidikan, dan itu pula yang harus saya lakukan saat ini.

KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, salah s6200_1027611067702_1748091465_55155_5652784_natu Pimpinan Pondok Modern Gontor pernah berpesan kepada kami alumni Gontor, “Kalau dalam 5 tahun setelah kalian lulus dari Gontor kalian tidak sukses, maka jangan harap kalian bisa sukses seumur hidup”. Dalam beberapa acara orientasi kepondokmodernan selalu disampaikan bahwa ”orang sukses menurut Gontor adalah seorang alumni yang berada di desa terpencil dan mengajar ngaji di sebuah surau kecil, itulah alumni yang sukses”. Ketika itu timbul pertanyaan dalam benak saya apakah mengukur sukses dengan ukuran kekayaan harta itu salah. Seiring berjalannya waktu, lambat laun saya mengerti bahwa hal tersebut tidaklah salah, karena untuk mendapatkan kekayaan pasti seseorang telah bekerja keras siang malam. Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan menganggap bahwa orang sukses hanyalah orang yang mempunyai harta berlimpah.

Saat ini, bisa saya katakan bahwa sukses terbesar sementara saya sekarang adalah ketika saya bisa menginspirasi lingkungan saya untuk terus belajar. Selain itu, kesuksesan yang saya rasakan adalah ketika bisa membanggakan orang tua dengan cara menyelesaikan pendidikan saya di pondok Gontor pada tahun 2005 dan menyelesaikan pendidikan sarjana tepat waktu pada tahun 2010 dengan predikat sangat memuaskan. Namun hal tersebut hanyalah kesuksesan sementara sebagai seorang hamba Allah di dunia. Sebagai seorang muslim, puncak kesuksesan abadi dalam hidup ini adalah ketika kita melakukan sebanyak-banyaknya amal yang dibutuhkan untuk bekal dalam kehidupan di akhirat nanti. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang bisa menyiapkan bekal di akhiran nanti. Amien ya robbal alamin.

2 thoughts on “Sukses Terbesar Dalam Hidupku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s