Peranku Bagi Indonesia

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau (Kompas, 2012). Indonesia mempunyai 3 dari 6 pulau terbesar di dunia, yaitu Kalimantan dengan luas 748,168 km², Sumatera 443,066 km² dan Papua 785,753 km² (www.worldatlas.com). Dengan luasnya wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ketika berbicara mengenai peran, maka setiap warga negara Indonesia mempunyai peran masing-masing dalam perjalanan bangsa ini. Oleh karena itu, saya yakin bahwa bangsa tidak dibentuk hanya oleh peranan individu atau “one man show”, namun bangsa ini dibentuk oleh peranan kolektif dari setiap warganya di seluruh nusantara. Karena peranan kolektif tersebut, maka peranan masing-masing menjadi sangat penting. Melalui essay ini saya akan menceritakan peran yang sudah pernah saya lakukan dan yang akan saya rencanakan di masa yang akan datang.

Pertama, saya akan menyampaikan peranan yang sudah saya lakukan selama ini. Sebagai generasi muda, kewajiban mendasar kita adalah terus belajar, jujur, berinovasi, berkelakuan baik, taat peraturan dan memberikan inspirasi lewat bakat yang kita miliki. Pelajaran pertama bagi saya mengenai peran nyata tersebut adalah ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD). Ketika di SD, meskipun Ibu saya adalah seorang guru SD, namun Ibu tidak memasukan saya di sekolah tempatnya mengajar, dengan alasan menghindari berbagai potensi fitnah yang mungkin muncul pada saat belajar seperti kolusi dan nepotisme, dari situlah saya mulai belajar dari Ibu saya mengenai menjaga kepercayaan baik dalam proses belajar maupun ujian sekolah. Saya juga belajar bahwa ujian jangan dibuat sebagai tujuan dan target, melainkan proses dan sarana belajar. Ujian mungkin bisa mengukur pengetahuan murid, terutama aspek kognitif, namun itu tidak bisa mengukur proses pendidikan keseluruhan yang dilakukan selama 6 tahun atau lebih di sekolah.

Ketika saya lulus dari SD dan masuk Pondok Modern Darussalam Gontor, pelajaran selanjutnya yang saya dapatkan adalah mengenai kerja keras dalam belajar, disiplin, mandiri dan tidak cengeng. Pondok Modern Gontor sampai saat ini sangat terkenal dengan disiplinnya, dalam kehidupan sehari-hari, pimpinan pondok selalu menyampaikan filosofi kehidupan di dalam pondok. Di pondok ini saya juga belajar bahwa semua yang kita lakukan harus muncul dari keyakinan akan sebuah kebenaran. Mungkin bagi sebagian orang, belajar dengan jarak ratusan kilo meter dari orang tua terasa sangat sulit, namun disinilah kemandirian itu ditumbuhkan, bahwa kita dididik untuk memberikan kontribusi dan untuk membesarkan nama keluarga dan negara, bukan sebagai beban bagi mereka.

Pada masa kuliah, saya aktif di berbagai organisasi mahasiswa dalam dan luar kampus dan ikut serta dalam menggerakkan berbagai kegiatan mahasiswa. Menjadi aktifis jaman saya mungkin tidak seperti aktifis pada jaman orde baru yang harus berhadapan dengan senjata ketika berbicara. Tapi menjadi aktifis pada jaman saya bisa menjadi masa sulit bagi seorang idealis untuk mengajak teman-temannya dalam bergerak dan berpendapat, di mana musuh bersama kita tidak lagi nyata seperti pada jaman orde baru, musuh utama kita bukan lagi rezim lalim atau orang lain, musuh utama kita adalah diri kita sendiri, yaitu kemalasan dan keputusasaan. Disinilah kita dihadapkan dengan perilaku hedonis dalam kehidupan mahasiswa, di mana mahasiswa sudah tidak perduli lagi dengan lingkungan sekitarnya, skeptis dan apatis. Pada masa orde baru, rezim lebih senang “memelihara” tentara sebagai alat politik untuk mendapatkan kekuasaan, hal itu tidak terjadi pada jaman saya, sekarang penguasa lebih senang “memelihara” aktifis dibanding dengan tentara.

Selain menjadi aktifis, saya tidak pernah lupa dengan kewajiban saya untuk belajar di bangku kuliah, pada tahun 2010 saya menyesaikan kuliah S1 dan mendapatkan gelar sarjana kesehatan masyarakat dengan predikat sangat memuaskan. Memasuki lingkungan kerja, saya mulai menerapkan berbagai pengetahuan yang saya dapat di bangku kuliah di dunia kerja. Faktanya memang kejadian di lapangan tidak selalu sama dengan teori yang diajarkan di bangku kuliah, disinilah jiwa kreatif dan inovatif anak muda diperlukan. Tugas pertama saya ketika turun di dunia kerja adalah menyakinkan peran profesi kesehatan masyarakat kepada stakeholder bahwa tenaga kesehatan masyarakat mampu menggerakkan masyarakat dan menyadarkan masyarakat untuk berperilaku sehat, bahwa melakukan tindakan promotif dan preventif lebih baik dibanding dengan kuratif, tugas tersebut saya lakukan melalui orgasniasi profesi Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Berbicara profesi saya sebagai tenaga kesehatan masyarakat, sebagai negara kepulauan pelayanan kesehatan primer menjadi kekuatan untuk program kesehatan di Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau di daerah yang memiliki kesulitan untuk mencapai rumah sakit. Pelayanan kesehatan primer bisa menjadi garda terdepan dalam program pencegahan penyakit baik yang menular maupun tidak menular dan program promosi kesehatan bagi anggota masyarakat, tapi sayangnya keberadaannya belum dimanfaatkan dengan baik. Setelah saya menyelesaikan pendidikan master, saya berharap bisa mendapatkan tambahan pengetahuan tentang manajemen pelayanan kesehatan primer, pemrograman, sinergi tentang program pencegahan penyakit dan pengobatan, dan lain sebagainya. Saya juga akan berbagi pengetahuan dan pengalaman baik di bidang akademik dan dalam jaringan profesi kesehatan sehingga pengetahuan saya dapat diterapkan baik sebagai peneliti kesehatan atau sebagai pendidik, dan saya akan memberikan kontribusi positif bagi daerah saya.

Setelah mempertimbangkan, saya bercita-cita suatu saat nanti bisa menjadi seorang pendidik yang bisa menginspirasi anak didik saya. Peran yang akan saya lakukan setelah lulus program magister adalah menjadi peneliti dan tenaga pendidik di Universitas Muhammadiyah Prof DR. HAMKA dan menjadi ahli di bidang Kesehatan Masyarakat terutama Manjemen Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia. Saya percaya dengan cara mendidik generasi muda, saya bisa mencerdaskan anak bangsa sekaligus menyehatkan bangsa ini melalui anak didik saya yang suatu saat nanti akan menjadi pemimpin.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s